Saturday, November 1, 2014

FENOMENA BAHASA INDONESIA

FENOMENA BAHASA

Fenomena bahasa merupakan fenomena yang menarik untuk kita kaji lebih mendalam. Hal  ini terutama hubungannya dengan bahasa sebagai tindak tutur dalam komunikasi di masyarakat. Secara etimologis, bahasa adalah penggunaan yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks membentuk kalimat yang memiliki arti. Sedangkan secara harfiah, bahasa adalah suatu lambang bunyi yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi satu sama lain.
Bahasa sendiri tak akan berhenti pada suatu titik tertentu saja. Melainkan akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya, sering muncul istilah bahwa, suatu bahasa pada saatnya akan dianggap usang pada masa yang akan datang. Apa sebenarnya yang menjadi pembeda bahasa, khususnya bahasa tutur pada masa-masa sebelumnya dengan masa sekarang? Aspek-aspek apa saja yang menjadi pembedanya? Marilah kita mengupasnya satu persatu.
Bukanlah rahasia lagi kalau bahasa itu akan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Sehingga bukanlah hal sepele kalau dikatakan bahwa, jika engkau hendak menaklukkan sebuah negeri, maka kuasailah bahasanya terlebih dahulu. Kita harus sadari bahwa, generasi yang sekarang beda dengan generasi pendahulu, dan tentunya generasi yang akan datang akan berbeda dengan generasi yang sekarang. Bukan hanya dari segi umur, kemampuan teknologi, sains, tetapi juga dalam aspek bahasa dan cara bertutur kata.
Saya tertarik dengan pembagian generasi yang dilakukan di Barat sana. Mereka membagi generasi menjadi generasi Baby Boomers, generasi X, generasi Y, dan generasi Z. Dalam beberapa referensi generasi ini diklasifikasikan berdasar tahun kelahiran. misalnya Pre Baby Boom (lahir pada 1945 dan sebelumnya), TheBaby Boom (lahir antara 1946 – 1964), The Baby Bust (lahir antara 1965 – 1976) – Generasi X, – Generasi Y (lahir antara 1977 – 1997), – Generasi Z/GenerationNet (lahir antara 1998 hingga kini).
Nah, konteks ke-Indonesian mengharuskan saya untuk berpikir dalam kerangka Indonesia juga. Dalam kerangka Indonesia, maka saya membaginya dalam tiga generasi saja, yaitu berdasarkan perkembangan teknologi yang sudah ada. Maka dari itu saya akan fokus ke generasi Y, yaitu generasi sekarang (menurut konteks indonesia, kita ketinggalan 10-15 tahun teknologi).
Fenomena berbahasa tutur untuk generasi saat ini jika kita perhatikan maka akan menemukan ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Lebih terbuka dalam berkomunikasi
2.      Dalam berkomunikasi labih nyaman menggunakan teknologi (HP)
3.      Berani mengungkapkan hal-hal yang dalam masyarakat ditabukan.
Garis besarnya, anak-anak pada generasi saat ini sangat flexible dalam berkomunikasi. Hal ini bisa kita lihat dari penggunaan bahasa-bahasa “alay”, bahasa-bahasa “gaul”, dsb. Mereka pikir dengan menggunakan cara tersebut mereka akan lebih terterima dalam komunitas mereka, dalam masyarakat yang sedang menyanjung perubahan besar-besaran.
Tentu saja jika hal ini tidak dibarengi dengan pengawasan yang berjenjang, maka bukan tidak mungkin bahasa Indonesia sebagai bahasa yang dijadikan bahasa nasional dan bahasa resmi di negara ini, akan tergerus oleh zaman.
Bukan hanya itu yang menjadi fenomena bahasa yang terjadi di masyarakat pada saat sekarang ini. Saat ini, para politikus sering atau cenderung berbahasa, berekspresi dan bertutur secara samar. Hal ini dimaksudkan untuk menyembunyikan maksud yang sebenarnya yang mereka ingin capai. Fenomena ini menurut pakar ataupun pemikir bahasa terkemuka, Noam Chomsky disebut “Double speak” atau tutur ganda. Saat ini, sering sekali kita mendengar bahasa tutur yang merupakan tutur ganda, ataupun kata-kata yang diperhalus untuk mengurangi kritikan publik. Tengok saja kata “diamankan” sebagai pengganti kata “ditangkap”, “kekurangan pangan” sebagai ganti “kelaparan”. Hal ini tentu saja untuk mengurangi dampak yang akan ditimbulkan oleh penggunaan kata ini, yang mungkin saja bagi mereka terdengar “kasar”.
Terdapat juga gejala “panasea”, dimana para politikus di Indonesia menggunakannya sekedar sebagai obat bagi jiwa-jiwa yang terluka. Hal ini begitu menarik untuk kita cermati karena baru-baru ini kita sering kali melihatnya, apalagi kalau bukan euforia sepak bola nasional kita. Sering muncul dalam koran lokal maupun nasional, dikabarkan bahwa meskipun kalah, indonesia tetaplah menang karena tidak terkalahkan di partai kandang. Hal ini dimaksudkan sekedar untuk mengobati hati yang terluka, bak “panase”, atau obat penawar luka yang mujarab.
Hal inilah yang terjadi dalam bahasa publik saat ini. Orang-orang mulai ramai, dari orang yang tingkat ekonominya rendah sampai presiden menggunakan kata kata double speak maupun panasea ini. Hal ini menurut saya diluar dari garis kebenaran. Atau bahkan menyembuunyikan makna yang sebenarnya. Mereka menggunakan bahasa sebagai alat yang eufimisme, dapat dibentuk sesuka hati mereka. Mereka dapat menggunakan bahasa sebagai kontrol politik, sehingga dapat dengan mudah lawan politiknya masuk bui, hanya dengan persoalan bahasa.
Tapi sebelum itu, kita harus pahami bahwa kedua istilah ini sangat berbeda maknanya. Jikalau Double speak ini bisa dikatakan menyembunyikan kenyataan dari kenyataan yang sebenarnya, maka panasea memperindah kenyataan yang tidak mengenakkan sehingga menjadi “enak’ didengar. Hal ini tentu saja berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi di masyarakat saat ini.
***
Sebagai publik speaker, tentunya kita harus jeli untuk memperhatikan fenomena-fenomena bahasa seperti ini. Apalagi jika harus berhadapan dengan orang banyak (publik). Banyak hal yang perlu kita persiapkan, terutama sikap mental dalam menghadapi permasalahan publik. Jika kita sudah mengetahui masalah apa yang kita hadapi, maka dengan begitu kita selangkah lebih dekat dengan solusinya. Juga, sebelum tampil didepan orang banyak untuk berdialog misalnya, kita tentunya harus mengetahui sebelumnya, dengan masyarakat apa kita berhadapan. Sehingga dengan  begitu, dalam berkomunikasi dengan mereka kita bisa menggunakan kata-kata yang tepat dalam berbahasa, berekspresi dan bertutur  kata.
Hal ini cukup penting, dikarenakan profesi publik speaker atau pembicara publik selain dituntut untuk mengetahui banyak hal yang terjadi di dalam masyarakat, juga sebagai fasilitator jika terjadi kesalahpahaman dalam masyarakat tersebut, dan jika gagal, bukan hanya cemoohan yang akan dia dapatkan bagi dirinya dan juga institusi yang diwakilinya, tetapi juga turunnya integritas seorang publik speaker dalam masyarakat pada umumnya.
Mengapa hal ini perlu kita bahas dalam hubungannya dengan fenomena berbahasa dan bertutur, sebab profesi publik speaker begitu dekat dengan masyarakat. Ibarat kata, seorang publik speaker merupakan mata rantai penghubung antara satu komunitas dengan komunitas yang lain, sehingga dengan begitu kita akan saling mengenal budaya, serta bahasa dan kebiasaan lainnya.
Pengetahuan tentang budaya tutur ini begitu penting untuk kita ketahui. Hal ini dapat menunjukkan betapa agungnya budaya tutur di Indonesia pada umumnya. Sehingga, meskipun terpaut berbagai generasi dengan generasi pencetus bahasa indonesia sebagai bahasa nasional, kita masih bisa merasakan manfaatnya hingga saat ini. Sementara bahasa tutur itu sendiri, mengingat betapa banyaknya ragam tutur di Indonesia, sekiranya bisa digunakan sebagai bahan perbandingan untuk bisa dilakukan penelitian lebih lanjut. 

FUNGSI BAHASA INDONESIA

Fungsi Bahasa Indonesia



Kali ini saya akan membahas tentang fungsi dari Bahasa Indonesia yg Secara umum fungsi bahasa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis

Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara.
Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi yaitu :
    1. Lambang kebanggaan kebangsaan
      Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.
    2. Lambang Identitas Nasional 
      Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.
    3. Alat perhubungan 
      Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.
    4. Alat pemersatu bangsa 
      Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.
  • KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NEGARA
    Bahasa negara sama saja dengan bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa primer dam baku yang acapkali digunakan pada kesempatan yang formal.Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yaitu :
    1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
      Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
    2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. 
      Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek)
    3. Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
      Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
    4. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi. 
      Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

Saturday, July 19, 2014

UBIQUITOUS COMPUTING

Ubiquitous computing dapat didefinisikan sebagai penggunaan komputer yang tersebar di mana user berada. Sejumlah komputer disatukan dalam suatu lingkungan dan tersedia bagi setiap orang yang berada di lokasi tersebut. Setiap komputer dapat melakukan pekerjaan yang dipersiapkan untuk tidak banyak melibatkan intervensi manusia atau bahkan tanpa harus mendeteksi di mana pemakai berada.  Ideubiquitous computing pertama kali disampaikan oleh Mark Weiser (1998) di Laboratorium Komputer Xerox PARC, yang membayangkan komputer dipasangkan di dinding, di permukaan meja, di setiap benda sehingga seseorang dapat berkomunikasi dengan ratusan komputer pada saat yang sama. Setiap komputer secara tersembunyi diletakkan di lingkungan dan dihubungkan secara nirkabel.

Buxton (1995) menyatakan bahwa ubiquitous computing mempunyai karakteristik utama yaitu:
  1. Ubiquity: interaksi tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai contoh, di suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya dengan ukuran bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar notebook, sampai papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke satu jaringan. Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung akses bergerak dan akses jarak jauh.
  2. Transparency: teknologi ini tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.



Karakteristik Lingkungan
Ada banyak jenis layanan yang dapat ditawarkan dalam lingkungan AmI, antara lain layanan-layanan airport, perkantoran, perbankan, transportasi, supermarket, pendidikan, rumah tangga, dan lain-lain yang tercakup dalam suatu area perkotaan. Karakteristik dari lingkungan pelayanan ini adalah sebagai berikut:
-         Personal Device
Pemakai dilengkapi dengan peralatan pribadi yang mudah dibawa (portable) seperti: PDA, smart phone, komputer kecil yang mudah dibawa, atau sejumlah peralatan nirkabel yang saling terhubung membentuk suatu Body Area Network. Peralatan-peralatan tersebut secara dinamis dapat menyesuaikan jenis protokol radio yang berbeda.
-         Network Architecture
Para pemakai bergerak dalam suatu jaringan komunikasi nirkabel heterogen yang membentuk suatu jaringan berkabel yang lebih luas. Peralatan pemakai saling terhubung menggunakan jaringan nirkabel berbasis infrastruktur. Peralatan-peralatan tersebut juga dapat berhubungan dengan peralatan, sensor, dan layanan yang ada di lingkungan.
-         Service Provisioning
Layanan bagi pemakai disediakan di berbagai tempat berbeda dalam lingkungan AmI di mana pemakai dapat menggunakan layanan yang tersedia dengan sumber-sumber daya yang terhubung tanpa kabel. Layanan-layanan ini diberikan oleh suatu sistem layanan gabungan dengan application server yang dapat diakses melalui infrastruktur jaringan.
-         Sensing Architecture
Untuk mendukung pemberian layanan-layanan tersebut, lingkungan AmI dilengkapi berbagai jenis sensor. Sensor ini membuat interaksi antara pemakai dengan jenis layanan yang dibutuhkan menjadi lebih efisien. Sensor ini akan menangkap informasi dari lingkungan secara terus-menerus dan memantau aktivitas yang dilakukan para pemakai. Sensor ini kemudian membawa informasi tersebut ke sebuah modul AmI yang akan memprosesnya dalam suatu aplikasi. Jenis sensor yang digunakan meliputi jenis sensor tradisional seperti: sensor suhu, tekanan, cahaya, kelembaban udara, dan sensor-sensor yang lebih kompleks, seperti kamera yang dihubungkan dengan jaringan kabel. Dengan demikian, infrastruktur AmI harus dapat menangkap informasi-informasi dari peralatan-peralatan sensor tersebut.
-         Modes of Interaction
Pemakai berinteraksi dengan layanan melalui suatu multimodal user interfaceyang menggunakan peralatan pribadi untuk berkomunikasi. Multimodal  communication memungkinkan pemakai mangakses layanan tidak hanya pada saat mereka duduk di depan PC, tetapi juga pada saat mereka bergerak bebas dalam lingkungan AmI.
Spesifikasi Teknis
Ubiquitous computing mempunyai beberapa spesifikasi teknis sebagai berikut:
1. Terminal & user interface
Peralatan yang digunakan sebaiknya mempunyai kualitas tampilan yang bagus dan responsif terhadap input dari pemakai. Walaupun dengan ukuran display yang terbatas, penggunaanya harus intuitif dengan tampilan yang bersih menggunakan alat input yang berbeda seperti: penhandwriting recognition danspeech recognition.
2. Peralatan yang murah
Jika kita membangun sebuah sistem dengan banyak komputer untuk satu pemakai, biaya satu komputer hendaklah tidak terlalu mahal. Meskipun komputer biasa pada umumnya relatif lebih mahal, kamputer ini tidak dapat digunakan untuk ubiquitous computing. Tidak semua komputer dalam ubiquitous computing memerlukan prosesor dan harddisk dengan spesifikasi seperti dalam komputer biasa.
3. Bandwidth tinggi
Kebutuhan lain dari ubiquitous computing adalah mempunyai bandwidth jaringan yang cukup untuk melakukan komunikasi
antara peralatan-peralatan yang digunakan. Selain masalah bandwidth, ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan transformasi data melalui jaringan, antara lain: lokasi terminal untuk mobile communication, penggunaan frekuensi yang tepat, menjaga kualitas layanan, enkripsi data, dan mengurangi gangguan-gangguan laten terhadap jaringan.
4. Sistem file tersembunyi
Ketika seorang pemakai menggunakan komputer, dia harus belajar beberapa aspek dasar tentang sistem operasi dan konsep-konsep file serta struktur direktori. Hal ini mengakibatkan pemakai akan lebih terfokus pada bagaimana informasi akan disimpan, bukan pada informasi itu sendiri. Salah satu kebutuhan ubiquitous computing adalah bahwa komputer harus tersembunyi. Komputer harus dapat “memahami” kondisi pemakai. Sebagai contoh, melalui penggunaan voice recognition atau interface lainnya yang memungkinkan pemakai melakukan akses tanpa harus mengetahui nama file tertentu, lokasi atau format file tersebut.
5. Instalasi otomatis
Ubiquitous computing harus dapat mengeliminasi kebutuhan instalasi program. Dalam sistem konvensional, seringkali diperlukan instalasi program yang dapat menimbulkan masalah, dan dalam beberapa kasus harus melibatkan pemakai. Konsep ini tidak berlaku dalam ubiquitous computing. Program harus dapat berpindah dari sebuah komputer
ke komputer lain tanpa harus mengubah konfigurasi dasar dalam menjalankan suatu program baru. Salah satu alternatif adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman Java yang dapat dipindahkan ke komputer lain dengan mudah (platform-independent).
6. Personalisasi informasi
Akan lebih baik jika ubiquitous computing system dapat menjaga agar informasi yang tersedia dapat digunakan sesuai kebutuhan pemakai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah setiap kali ada seseorang yang baru bergabung dalam sebuah komunitas, profil pribadi orang tersebut harus ditambahkan ke setiap peralatan yang ada.
7. Privasi
Salah satu masalah yang paling penting dalam ubiquitous computing adalah resiko privasi yang serius. Sistem ini dapat menyimpan data-data pemakai dan lokasinya yang mungkin dapat diakses oleh pemakai lain. Teknologi jaringan yang baru seperti infra merah atau komunikasi radio nir kabel menggunakan enkripsi untuk menjaga keamanan data.
Potensi Ambient Intelligence di Indonesia
Dalam paper yang disampaikan pada Seminar dan Pameran Teknologi Informasi, Wawan Wardiana (2002) menyimpulkan bahwa perkembangan teknologi informasi di Indonesia sangat
dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer, sistem jaringan baik berupa LAN maupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk transfer data.
Pada saat ini kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi sudah semakin meningkat. Salah satu bukti pemahaman ini adalah dengan trend teknologi informasi yang tidak saja berpengaruh terhadap gaya hidup para profesional, pelaku bisnis dan pemakai lain di kalangan orang dewasa, tetapi juga berpengaruh terhadap para remaja di tingkat sekolah bahkan anak-anak. Penggunaan teknologi komunikasi seperti SMS, MMS, chatting dan e-mail sudah begitu memasyarakat. Trend penggunaan teknologi informasi ini juga dapat kita jumpai di berbagai bidang, seperti pendidikan, perbankan, perdagangan, pemerintahan dan lain-lain.
Di bidang pendidikan, teknologi informasi sangat berperan dalam menyediakan sarana belajar-mengajar yang lebih efisien seperti trend belajar jarak jauh (distance learning), belajar secara elektronis (e-learning), perpustakaan elektronik (e-library), dan multimedia. Sebagai contoh, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang memberikan kemudahan bagi seluruh mahasiswa untuk melakukan pembayaran uang kuliah melalui bank tanpa harus datang ke kampus, melihat nilai atau mengecek absensi cukup melalui SMS Kampus. Di bidang perbankan, teknologi informasi memberikan kemudahan-kemudahan dalam bertransaksi. Semakin banyak pelaku ekonomi, khususnya di
kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi cukup menggunakan kartu elektronik atau smart card. Nasabah pun tidak perlu lagi datang ke lokasi untuk melakukan transfer uang ke bank yang berbeda.
Berdasarkan fakta-fakta yang digambarkan di atas, muncul suatu pemikiran bahwa trend teknologi informasi di Indonesia akan mengarah ke ubiquitous computing yang merupakan konsep dasar dari teknologi Ambient Intelligence. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan akan potensi penggunaan teknologi AmI di Indonesia ini adalah sebagai berikut:
  1. Semakin berkembangnya teknologi jaringan khususnya jaringan nirkabel yang memungkinkan transfer data dapat dilakukan dengan lebih cepat dengan biaya yang relatif lebih kecil.
  2. Tingkat kemampuan masyarakat dalam menggunakan atau membeli komputer dengan kemampuan tinggi. Walaupun masih terbatas untuk kalangan tertentu, seperti pelajar, mahasiswa, profesional, pelaku bisnis dan sebagainya, namun pemakaiannya sudah semakin menyebar sehingga orang awam pun sudah terbiasa dengan lingkungan di mana komputer merupakan alat bantu dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari.
  3. Cepatnya perkembangan dan penyebaran teknologi komunikasi di kalangan masyarakat luas memenuhi kebutuhan ubiquitous communication yang merupakan salah satu pilar teknologiAmbient Intelligence.
  4. Kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi yang sudah semakin banyak tersedia. Ketersediaan sumber daya manusia ini didukung oleh semakin berkembangnya sekolah-sekolah tinggi dan universitas-universitas yang khusus mendalami bidang ilmu komputer dan teknologi informasi.
  5. Situasi lingkungan yang menuntut tersedianya fasilitas pelayanan yang lebih efisien dan cepat. Jumlah populasi penduduk yang terus meningkat akan menimbulkan masalah kualitas pelayanan dari berbagai instansi yang melayani masyarakat luas. Masalah-masalah tersebut antara lain: antrian yang disebabkan banyaknya orang yang memerlukan layanan yang sama pada saat yang sama, kepadatan lalu-lintas yang juga disebabkan oleh makin banyaknya orang memerlukan layanan. Bukan hanya pelayanan transportasi, tapi juga pelayanan-pelayanan lain yang memerlukan transportasi karena mereka harus datang ke lokasi.

Sumber :

COMPUTER – SUPPORTED COOPERATIVE WORK ( CSCW)

COMPUTER – SUPPORTED COOPERATIVE WORK ( CSCW)
Sejarah CSCW
Perkembangan komputasi lain pada tahun 1960-an adalah jaringan computer yang memungkinkan komunikasi antara beberapa mesin (personal computer) yang terpisah dalam satu kesatua grup. Dengan adanya jaringan computer ini, computer personal tetap mampu bekerja secara individu dan dapat berhubungan dengan computer lain di lingkungan kerjanya bahkan dengan seluruh dunia. Keadaan ini memunculkan perlunya kolaborasi antar individu melalui computer yang dikenal sebagai Computer-Supported Cooperative Work ( CSCW).

PENGERTIAN CSCW
CSCW adalah cara merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka . CSCW juga suatu sistem yang mendukung pekerjaan groupware.
Sistem CSCW dibangun untuk memungkinkan interaksi antara user melalui computer sehingga kebutuhan sekian banyak user tersebut harus terpenuhi dalam satu produk . Salah satu contoh system CSCW ini adalah electronic mail (email). Email merupakan sistem CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima email tidak harus membuka surat suratnya pada waktu yang bersamaan dengan terkirimnya surat. Sebaliknya system CSCW asynchronous membutuhkan partisipasi simultan dari user – usernya. Contoh lain dari CSCW adalah Handphone yang sekarang ini banyak orang sangat mementingkan benda tersebut , karena kegunaannya sangat banyak , dan lebih fleksibel untuk dibawa kemana – mana.




Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
• Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
• Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
• Programmer suatu sistem secara bersamaan
• Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
• Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay


CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:


A komunikasi yang normal antar manusia
1. Komunikasi face-to-face
2. Percakapan

Sumber:
http://2easy4share.blogspot.com/2010/10/cscw.html#ixzz37uBBybrN

Friday, June 20, 2014

PENGERTIAN USABILITY (KEBERGUNAAN) DAN KEMAMPUAN MANUSIA YANG BAIK DAN YANG BURUK

USABILITY (KEBERGUNAAN)
Usability adalah tingkat kualitas dari sistem yang mudah dipelajari, mudah digunakan dan 
mendorong pengguna untuk menggunakan sistem sebagai alat bantu positif dalam 
menyelesaikan tugas. Dalam konteks ini, yang dimaksud sebagai sistem adalah perangkat 
lunak. Usability adalah suatu ukuran, dimana pengguna dapat mengakses fungsionalitas dari 
sebuah sistem dengan efektif, efisien dan memuaskan dalam mencapai tujuan tertentu. 
Terdapat banyak definisi usability menurut beberapa referensi baik itu perorangan maupun 
lembaga. Berikut ini beberapa definisi usability : 

1. Jakob Nielsen 
mendefinisikan usability sebagai ukuran kualitas pengalaman pengguna ketika berinteraksi 
dengan produk atau sistem apakah situs web, aplikasi perangkat lunak, teknologi bergerak , 
maupun peralatan-peralatan lain yang dioperasikan oleh pengguna 
2. International Organization for standardization (ISO) 
Mendefinisikan usability sebagai tingkat dimana produk bisa digunakan oleh pengguna 
tertentu untuk mencapai tujuannya dengan lebih efektif, efisien, dan memuaskan dalam 
ruang lingkup penggunanya. 

Kebergunaan (bahasa Inggris: usability) adalah suatu istilah yang menunjukkan kemudahan manusia untuk menggunakan suatu alat atau objek buatan manusia lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Kebergunaan juga dapat merujuk pada metode pengukuran kebergunaan dan kajian prinsip di balik persepsi efisiensi dan keluwesan suatu objek.

Dalam interaksi manusia komputer dan ilmu komputer ,Usability biasanya merujuk pada keluwesan dan kejelasan interaksi dengan hasil rancangan suatu program komputeratau situs web. Istilah ini juga sering digunakan dalam konteks produk elektronika konsumen, atau pada bidang komunikasi, serta objek alih pengetahuan (misalnya buku masak atau dokumen). Kebergunaan dapat pula merujuk pada desain efisien suatu objek mekanis seperti suatu gagang pintu atau palu.

Alasan Mengapa Usability Penting 
Web Usability merupakan cerminan dari kebiasan yang umumnya dilakukan pengguna 
situs. Situs yang memiliki usability tinggi memiliki peluang yang sangat besar 
untuk sering dikunjungi oleh para pengguna internet. Pada umumnya pengguna ingin 
mendapatkan informasi secara cepat dan sesuai yang diharapkan. Jika sebuah situs gagal 
dalam menunjukkan secara jelas apa yang dapat dilakukan dengan situs tersebut, pengguna 
cenderung akan langsung meninggalkan situs dan beralih ke situs lain. 

Cara mengukur Usability 
Secara umum cara mengukur dan menilai usability sebuah situs bersifat relatif dan 
bergantung pada bagaimana pengguna dapat menyelesaikan sekumpulan task. Menurut Jakob 
Nielsen terdapat beberapa ukuran umum yang dapat dijadikan patokan dalam mengukur 
usability, yakni:
 a. Learnability 
Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna untuk memenuhi task-task 
dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan. 
b. Efficiency 
Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah 
mereka mempelajari hasil perancangan. 
c. Memorability 
Memorability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan rancangan 
dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya. 
d. Errors 
Errors menjelaskan jumlah error yang dilakukan oleh pengguna, tingkat kejengkelan 
terhadap error dan cara memperbaiki error. 
e. Satisfaction 

Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan rancangan. 
Tujuan utama Usability : 

  • Efektif pada saat digunakan 
  • Efisien pada saat digunakan 
  • Aman saat menggunakannya 
  • Punya utility yang tinggi 
  • Mudah untuk dipelajari bagi user saat pertama kali menggunakannya 
  • Mudah diingat cara menggunakannya 

Sebuah web dengan usability yang buruk akan ditinggalkan oleh penggunanya. Berikut ini 
adalah beberapa kondisi yang akan membuat pengguna meninggalkan sebuah web : 

  • Web sulit digunakan dan ribet saat menggunakannya. 
  • Homepage tidak menjelaskan tentang apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh pengguna pada web tersebut. 
  • Pengguna mendapatkan adanya kesalahan pada web meskipun kesalahan tersebut kecil. 
  • Informasi web sulit dibaca maupun sulit dimengerti dan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna. 

KEMAMPUAN MANUSIA YANG BAIK DAN YANG BURUK


1. HUMAN ABILITIES

BAIK
  • Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas
  • Durasi LTM tidak terbatas dan komplex
  • Kemampuan memahami tinggi
  • Mekanisme konsentrasi powerful
  • Pengenalan pola pikir powerful
BURUK
  • Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas
  • Durasi STM terbatas
  • Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM
  • Proses yang cenderung salah
  • Proses yang lambat

2. HUMAN CAPABILITIES

Faktor manusia ini harus diperhatikan, karena dari sinilah desain yang lebih baik didapatkan.

User perlu mengetahui hal-hal berikut dalam merancang :
i. Penginderaan / Panca indra (Mata, Telinga, Peraba)
ii. Proses informasi
iii. Sistem Motor

i.a. PENGLIHATAN / INDRA MATA (VISION)

Konsep penglihatan terdiri dari dua tahap :
Penerimaan stimulus dari luar secara fisik
Pemrosesan serta interpretasi dari stimulus tersebut

a. Kemampuan Penglihatan
Sensivitas

Luminance : jumlah cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek, dengan ukuran

10-6 – 107 mL
Ketajaman

- Visual acuity : kemampuan manusia melihat objek secara detail
- Sudut pandang (visual angle) : besarnya ruang pandang yang digunakan objek →

derajat (degree) / minutes of arc → 1 derajat = 60 minutes of arc
Pergerakan
  • Pola visual dari kata direkam → di-dekoding menurut representasi bahasa →pemrosesan bahasa meliputi analisis sintaks dan semantik terhadap frase dan kalimat
  • Mata bergerak terhadap teks → regression Kemampuan membaca akan berkurang atau menurun karena usia.
b. Warna

Warna dikaitkan dengan hue, intensitas, dan saturation
Hue → panjang gelombang spektrum cahaya
Intensitas → brightness dari warna
Saturation → jumlah / kadar putih (whiteness) dalam warna
Masalah persepsi warna pada cones (sel pada selaput retina yang sensitif terhadap warna) dan ganglion (simpul syaraf)
380 (blue) ~ 770nm (red)
Radiasi dalam spektrum (panjang gelombang cahaya) adalah 400 – 700 nm

i.b. PENDENGARAN (HEARING)
Sistem auditory memiliki kapasitas sangat besar untuk mengumpulkan informasi lingkungan sekitar.
Dapat mendengar objek apa saja yang ada di sekitar dan memperkirakan kemana objek tersebut akan berpindah
Pemrosesan suara
Suara memiliki beberapa karakteristik, yaitu :
  • Pitch : frekuensi suara (20 – 20.000 HZ)
  • Loudness : amplitudo suara (30 – 100dB)
  • Timbre : tipe atau jenis suara
Sistem auditory melakukan filtering suara → kita mengabaikan
suara background dan berkonsentrasi pada informasi yang penting

i.c. PERABA (TOUCH)
Manusia menerima stimuli melalui kulit. Kulit memiliki tiga jenis sensor penerima (sensory receptor), yaitu :
ü Thermoceptor → merespon panas / dingin
ü Nociceptor → merespon pada tekanan yang intens, rasa sakit
ü Mechanoceptor → merespon pada tekanan IMK
Keyboard bisa dikaitkan dengan posisi-posisi bentuk tombol, juga pengoperasian yang memerlukan penekanan, ada yang berat atau malah terlalu ringan.

ii. PROSES INFORMASI
Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama :
1. Perseptual
  • Menangani sensor dari luar
  • Sebagai buffer untuk menampung masukkan yang diterima dari indera manusia
  • Diproses (diterima) untuk diteruskan ke otak (memori)

2. Kognitif : memproses hubungan keduanya

3. Sistem Motor : mengontrol aksi / respon (pergerakan, kecepatan, kekuatan)




Sumber :

Sunday, May 18, 2014

Ini Kepribadianku, Mana Kepribadianmu?

Ini Kepribadianku, Mana Kepribadianmu?
Cinta diantara Intelektualitas, Uang, Iman dan Ketampanan

Jepretan: Teater Zat


Perbincangan tentang indikator tentunya tak asing bagi para calon pendidik. Dan istilah ini sangat pantas digunakan apabila kita akan menilai sesuatu termasuk dalam dunia percintaan. Memang sudah seperti dogma yang melekat erat dalam setiap sanubari kaum hawa bahwa ada beberapa indikator pria “mengagumkan” yang saat ini sangat menjadi tren, seperti harta dengan wakilnya city car atau motor lucu pabrikan Italia, perawakan wajah agak Timur Tengah atau oriental, dengan campuran bumbu Jawa. Dan lebih dahsyatnya lagi popularitas pria tersebut yang terkemuka.

Namun jangan pernah khawatir dengan semua indikator super berat yang rasanya banyak diantara kalian yang tidak memilikinya. Percayalah Tuhan masih memberi kita jalan. Saya menyaksikan keajaiban-keajaiban disekitar kehidupan saya masih ada sosok teman yang beruntung dan dapat merengkuh cinta hanya dengan retorika. Tulisan ini bukan bermaksud meremehkan kalian para pembaca, justru tulisan ini diharapkan akan menambah motivasi anda atau mengangkat kepermukaan sosok yang cerdas mewujudkan isi dihatinya.

Wajah Pas-pasan Pola Pikir Mengagumkan
Indikator yang satu ini sangat jarang terjadi tetapi bila sudah masuk hati, garansi wanita cinta sampai mati. Sebut saja sosok ini CP pria yang berusia 20an tahun dan sangat gemar membaca juga berbincang masalah fakta didepan para teman mahasiswa sebaya, dengan sebutan agak sarkas bisa dikatakan beliau memiliki wajah biasa saja namun kegemarannya membaca buku-buku teori sosial khas ilmu humaniora membuat ia mampu merengkuh wanita idaman. Kalau anda ingin membayangkan seberapa cantik pasangannya perlulah anda bayangkan sosok wanita tersebut, dengan wajah Arab dan tinggi tubuh 165 cm boleh diberi nilai 80 untuk kualitas kecantikannya. Anda boleh saja mengatakan penulis terlalu subjektif tapi faktanya tiga dari empat orang yang saya ajak bicara tentang dirinya mengatakan sosok CP sangat beruntung bisa mendapatkan wanita tersebut.

Multi Kepribadian Sukses Kelabui Perempuan 
Sosok kedua yang akan dibicarakan berinisial AM. Sosok unik ini memiliki kepribadian yang dapat berganti menyesuaikan situasi. Berwajah polos dengan gaya sederhana bukan penghambat untuk temui bidadari hebat. Selain sikap serius yang dapat berganti menjadi tindakan nyeleneh dalam menghadapi lawan bicara, di depan pacarnya ia dapat berubah menjadi sosok humoris yang membuat pasangannya menampilkan senyum simpul, kesetiaan juga disinyalir menjadi senjata utama perjuangan hatinya.

Awas Agama Jadi Perantara !
Yang satu ini merupakan fenomena yang cukup sering terjadi, wajah, harta dan lain sebagainya mereka tinggalkan begitu saja namun berbekal sepatah kata dari kitab suci mereka bermain hati. Sosok religius seperti ini dapat memancarkan kharisma tak terbendung bagi wanita. Keuntungannya adalah pria semacam ini memiliki dua keuntungan; mereka dapat berdoa dengan harapan pengampunan Sang Pencipta dan juga meraih cintanya, terlepas dari pro dan kontra, dalam urusan cinta, hal ini sah-sah saja.

Seperti yang telah penulis katakan diatas, bahwa tulisan ini bertujuan mengeluarkan anda dari kejenuhan walaupun disisi lain munculkan dendam di tengah malam.


Jakarta, 18 Mei 2014
Suryo Nugroho
Mahasiswa Sejarah 2012
dan Calon guru dan Pembaharu

Friday, April 18, 2014

ARTI PADA LOGO TOOLS DI MICROSOFT WORD








Oke pada postingan kali saya akan membahas tentang logo pada toolbar yang ada pada microsoft word

Toolbar Standard :
New          : Bergambar seperti lembaran baru yang artinya sebuah lembaran kosong untuk membuat dokumen baru, ibarat nya seperti membuka lembaran baru untuk hidup

Open         : Gambarnya berbentuk seperti folder yang sedang terbuka yang artinya untuk membuka sebuah dokumen.

Save         : Bergambarkan berbentuk sebuah disket, karena disket merupakan simbol
penyimpanan data, kenapa sekarang tidak berbentuk flashdisk atau hard disk? entahlah....

Print          : Bergambarkan sebuah printer, ya karena berfungsi untuk mencetak sebuah dokumen, kita berandai andai apabila pembuat microsoft word memahami sejarah mungkin lambang ini diganti menjadi gambar mesin cetak martin luther di eropa abad pertengahan.

Cut            : Bergambarkan sebuah gunting, karena gunting merupakan alat untuk memotong. Kenapa bukan pisau atau golok saja? kan sama sama berfungsi untuk memotong? karena lebih efisiensi menggunakan gunting.

Copy         : Bergambarkan dua buah kertas, karena copy artinya menggandakan maka dibuatlah 2 buah kertas tersebut.

Paste      : Bergambarkan sebuah papan clipboard dan sebuah kertas, karena hasil dari copy akan di catat di papan clipboard dan selanjutnya makna dari kertas tersebut untuk mencetak hasil dari copyan yang ada di papan clipboard.

Undo       : Bergambarkan sebuah panah mengarah balik, karena untuk mengembalikan sesuatu yg hilang kita harus kembali ke sebelumnya.

Redo       : Bergambarkan sebuah panah mengarah ke depan, untuk mengembalikan hasil yang sudah di undo.



Oke sekian dari saya Hajrin Yusriansyah, semoga artikel ini bermanfaat.
Enjoy it! :D

Thursday, April 17, 2014

ARTI GIGITAN PADA LOGO APPLE

Assalamualaikum Wr.Wb

Kali ini saya Hajrin Yusriansyah akan membahas tentang gigitan pada Logo Apple dari perusahaan Apple.inc



Apa sih makna dari gigitan logo apple tersebut? dan kenapa ada bekas gigitan dari logo apple tersebut?
Oke, Check this out!






       
   
Dari beberapa hasil yang saya telusuri di Google banyak sekali pendapat pendapat yang menjadi misteri tentang logo Apple tersebut, diantaranya :

-Terinspirasi dari bapak Alex turning yg merupakan Bapak komputer modern yang kabarnya nekat bunuh diri dan mengakhiri hidupnya dengan cara memakan buah apel yang mengandung sianida. Mungkin dia galau atau sebagainya hingga nekat bunuh diri.

-Untuk mengenang sir Issac Newton bahwa ia menemukan teori gravitasi ketika melihat buah apel jatuh dari pohonnya. Jadi dapet inspirasi deh.

-Selanjutnya beberapa orang menilai kalau Steve Jobs adalah penggemar The Beatles, jadi dia pun mencontek logo dari salah satu Album The Beatles yg bergambarkan buah apel. Mungkin apabila Steve jobs penggemar Noah akan mencontek logo band noah yang bergambarkan bulu.

-Buah apel diumpamakan sebagai sumber ilmu pengetahuan, jadi gigitannya adalah simbol kalau manusia telah mempelajari ilmu pengetahuan.

- Ada juga yang mengatakan kalau gigitan dari buah apel itu adalah bite yg artinya menggigit dan dipelesetkan menjadi byte. Isitilah nya berasal dari komputer, yaitu Mega byte, terra byte

-Dan yang terakhir orang menilai kalau buah apel kalau tanpa gigitan seperti buah jeruk, maka dari itu dibuat lah sebuah gigitan agar berbentuk seperti buah apel.

Ya, itulah beberapa pendapat tentang logo dari perusahaan Apple Inc.

Dan ini lah pendapat dari Rob Janoff yaitu Designer of the Apple logo (Pendesain logo Apple)


“Aku akan memberi tahumu. Aku mendesainnya dengan gigitan untuk skala (pembeda), sehingga orang yang melihatnya mendapatkan maksud bahwa itu adalah apel, bukan ceri/buah yang lain,”.










Ya, itulah arti dari gigitan pada logo Apple milik perusahaan Apple.Inc tersebut


Dan saya ingin menambahkan tentang pendapat saya :
Apakah jangan jangan makna dari gigitan apple seperti digambar ini?



HAHAHAHAHAHAHA

Ini pendapatku, mana pendapatmu?

HAHAHAHA












Oke sekian pembahasan tentang gigitan pada logo Apple

Nama saya Hajrin Yusriansyah, semoga artikel ini bermanfaat! See ya next post! :p

Tuesday, March 11, 2014

IMK (Interaksi Manusia & Komputer)

Apasih IMK itu? dan kenapasih kita membutuhkan IMK? apa gunanya? oke mari kita bahas


Interaksi manusia dan komputer (IMK) atau kata lainnya Human Computer Interface (HCI) adalah suatu disiplin ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang fenomena di sekitarnya. Interaksi manusia dan komputer pada prinsipnya adalah membuat agar sistem dapat berkomunikasi dengan penggunanya seramah mungkin.
Jadi interaksi antara si pengguna komputer (user) dan komputer.

Mengapa IMK Itu diperlukan dalam dunia teknologi komputer? 
Hal yang mendasari adanya IMK adalah karena kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan komputer di zaman modern ini sangat penting dimana segala sesuatu telah dikomputerisasi. Saat manusia menggunakan komputer seperti mengetik data, menyentuh tombol power, menekan mouse tanpa disadari manusia telah berinteraksi atau berkomunikasi dengan komputer. Manusia baru menyadari mereka berkomunikasi dengan komputer ketika terjadi kesalahan dan tidak menemukan solusinya dan manusia biasanya selalu menyalahkan antar muka yang kurang komunikatif, kurang menarik, dan kurang inovatif. Oleh karena itu maka diperlukan Interaksi Manusia dan Komputer.

Tujuan utama dari adanya interaksi manusia dan komputer adalah:

· User friendly (ramah dengan pengguna) : Kemampuan yang dimiliki software atau program aplikasi untuk mudah dioperasikan dan beberapa kemampuan lain sehingga pengguna pemula pun dapat mengoperasikannya.
· WYSIWYG (What You See Is What You Get) : Kemampuan yang dimiliki software atau program aplikasi untuk menampilkan apa yang sesungguhnya didapat oleh pengguna.· Menambah kenyamanan pengguna sehingga pengguna tidak merasa frustasi atau cepat bosan.· Implikasi: meninggkatkan kepuasan kerja dan menurunkan tingkat absensi pekerja.


Siapa saja yang terlibat dengan IMK?
IMK merupakan subyek multi disiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu. Designer sistem interaktif yang ideal harus memiliki keahlian diberbagai bidang seperti :
1.Psikologi dan ilmu kognitif yang memberikan dasar pengetahuan mengenai persepsi user, kognitif, kemampuan memecahkan masalah.
2.Ergonomi yang memberikan dasar pengetahuan mengenai kemampuan/karakteristik fisik user.
3.Sosiologi yang membantu pemahaman mengenai konsep interaksi secara luas.
4.Ilmu komputer dan teknik rekayasa untuk membangun teknologi yang dibutuhkan.
5.Bisnis yang memberikan pengetahuan agar mampu memasarkan hasil.
6.Desain grafis agar mampu untuk menghasilkan presentasi yang efektif mengenai interface.
7.Technical writing agar mampu membuat manual.
8.Dan lain-lain.



Jadi intinya Interaksi manusia dan komputer itu penting banget, di zaman yang serba modern ini harus tau tentang IMK, tanpa disadari IMK itu telah kita terapkan di kehidupan sehari hari. Perbanyak lah berinteraksi!

Sekian dari saya, semoga bermanfaat informasi ini

PLAGIARISME

Halo nama saya Hajrin Yusriansyah, oke kali ini saya akan membahas tentang PLAGIARISME, kalo dengerin kata nya sih identik dengan Plagiat, ya itulah yg akan saya bahas disini, oke mari kita bahas!

PLAGIARISME
Apasih yang dimaksud dengan plagiarisme? dari beberapa blog atau web yang saya baca plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, copast, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah olah itu karangan milik dan pendapat sendiri. Pelaku plagiarsime biasanya disebut "plagiator"
Siapa sih yang mau hak ciptanya diambil dan diakuin orang lain? tentu itu sangat merugikan, dengan seenaknya mengambil ciptaan orang lain dan menjadikan, membeberkan kepada orang orang bahwa itu ciptaan plagiator.
Jenis Jenis Plagiarisme :
· Plagiarisme ide : Mengambil ide yang sudah ada tanpa menyebut sumber dengan jelas.
· Plagiarisme isi (data penelitian): Mengambil data penelitian orang lain.
· Plagiarisme kata, kalimat, paragraph
· Plagiarisme total
Beberapa contoh Plagiarisme :
-Mengambil gagasan orang lain
-Mengakui lagu milik plagiator tanpa diketahui oleh pencipta lagu tersebut
-copy paste dari blog orang lain
dan masih banyak lagi contohnya dalam kehidupan sehari hari

Bagaimana dengan sanksi? Banyak sekali sanksi yang didapatkan oleh pelaku plagiat (plagiator), diantaranya cukup berat. Beberapa universitas ada yang hanya melakukan atau memberikan sanksi pengulangan. Beberapa ada yang memberikan sanksi drop out. Namun diluar plagiat skripsi, apabila korban plagiat merasa dirugikan, mereka bisa menuntut karena memang ada pasal yang jelas menerangkan tentang plagiat.

Contoh pasal plagiat:

“Jika karya ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti hasil jiplakan, maka gelarnya akan dicabut” (Pasal 25 ayat [2] UU Sisdiknas).

“Lebih jauh lagi, tidak hanya dicabut gelarnya, lulusan yang terbukti menjiplak karya ilmiah orang lain juga diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp200 juta” (Pasal 70 UU Sisdiknas).

“Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”.


Mengapa banyak orang melakukan plagiat? Jawaban yang sudah sangat-sangat jelas dan saya yakin kita semua tahu adalah, “malas”.  Banyak orang yang menginginkan cara serba instan atau cepat untuk mencapai sesuatu, mendapat apresiasi dan lain lain. Malas memang sudah melekat di setiap manusia, tetapi dengan menciptakan ciptaan sendiri itu lebih menyenangkan dan membuat diri kita bangga akan ciptaan kita sendiri, so? SAY NO TO PLAGIAT! Don't copy my style!



Oke sekian dari saya semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua

Wednesday, January 15, 2014

PEMECAHAN MASALAH YANG TERJADI DI DALAM SEBUAH PROYEK

Permasalahan : 

"Ketika proyek sedang berjalan, ternyata timbuk permasalahan diluar dari apa yang sudah direncanakan, seperti :
1. Salah satu anggota (tim proyek) mengundurkan diri
2. harus membeli alat yang tidak ada dibudgetnya"

Sebaiknya, tindakan apa yang dapat dilakukan oleh kalian dalam mengatasi hal-hal tersebut sehingga tidak menghalangi atau menunda penyelesaian proyek yang sedang berlangsung.

Penyelesaian masalah :

1. Dalam permasalahan ini, perlu difikirkan matang matang untuk menyelesaikan masalah ini. Yaitu dengan cara memanfaatkan dan memaksimalkan para pekerja yg tidak mengundurkan diri,  yaitu dengan menaikkan sedikit gaji para pekerja tersebut, agar termotivasi untuk bekerja. Disini juga dihitungkan tergantung jumlah pekerja yang di pekerjakan. Apabila terhitung banyak, mungkin tidak terlalu masalah, apabila hanya satu anggota tim proyek yang mengundurkan diri, namun jumlah pekerja terbatas mungkin harus mencari pengganti untuk anggota tim proyek tersebut, atau bekerja dengan memaksimalkan tenaga para pekerja meskipun jumlah pekerja nya terbatas.

2. Dalam permasalahan ini, harus pintar memanage uang tersebut. Dalam pembelian alat tersebut harus di buat list sedetail mungkin agar lebih mudah untuk memperinci dana tersebut, pada saat pembuatan list tersebut harus difikirkan matang matang budget yg dibutuhkan, dan pada list ditambahkan "dana tak terduga". Disinilah fungsi dana tak terduga tersebut untuk membeli alat yang tidak ada di budgetnya.